Foto: Sosialisasi Perpajakan, Ketenagakerjaan, Literasi Keuangan, dan Akses Permodalan bagi UMKM di Pendopo Kartini (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Hampir di setiap sudut kabupaten/kota, roda perekonomian ditopang oleh pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Mereka memiliki kuantitas yang masif, daya juang tinggi, tahan banting, bahkan mampu untuk menjadi fondasi di kala ekonomi terguncang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mendukung UMKM naik kelas.
Buktinya, bantuan 30 gerobak dan 40 tenda telah diberikan kepada para pelaku UMKM di awal 2026.
Selain itu, Pemkab Jepara juga menggelar Sosialisasi Perpajakan, Ketenagakerjaan, Literasi Keuangan, dan Akses Permodalan bagi UMKM di Pendopo Kartini, kemarin.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) yang diwakili Sekretaris Daerah Ary Bachtiar.
Digitalisasi sistem perpajakan terus dikembangkan pemerintah, guna meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Melalui sistem inti perpajakan terbaru bernama Coretax atau Korteks, Direktorat Jenderal Pajak menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan.
Ary Bachtiar mengatakan, kehadiran pelaku UMKM di Jepara memberi warna tersendiri dalam rangka mewujudkan pembangunan berkemajuan.
Menurutnya, UMKM dan IKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Dalam situasi ekonomi yang kadang sulit, banyak sektor yang mengalami tekanan, tetapi UMKM tetap eksis mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di Jepara,” terangnya.
Dari 28 Program Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Jepara, salah satunya UMKM naik kelas.
Diharapkan, usaha kecil dan menengah menjadi besar, sehingga mampu menembus pasar nasional serta internasional.
Ditegaskan Ary Bachtiar, banyak tantangan dalam menumbuhkembangkan UMKM di Jepara.
Di antaranya mengenai kualitas produk, pemasaran, akses permodalan, dan juga literasi keuangan atau perpajakan.
“Kita terus mengembangkan UMKM di Jepara. Di era digital ini, Pemkab terus melakukan pendampingan, termasuk legalitas usaha,” ujar Ary Bachtiar.
Di lain sisi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Zamroni Lestiaza, menyampaikan sosialisasi ini diikuti sebanyak 250 pelaku UMKM di Jepara.
Pada awal 2026 dan untuk pertama kalinya melibatkan sektor mebel.
Zamroni Lestiaza menegaskan, sosialisasi ini akan terus berlanjut setiap bulan.
Nantinya, akan berganti-ganti sektor, seperti tenun, konveksi, makanan, handicraf, rotan, gerabah, monel, dan yang lainnya.
“Untuk yang pertama ini kita ambil dari sektor mebel dan selanjutnya akan bergantian. Pendampingnya dari Bank yang ada di Jepara juga akan kita rolling,” ucapnya.
Pada kesempatan sosialisasi tersebut, dihadiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Jawa Tengah, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jateng Cabang Jepara, Kantor Penyuluh Pajak (KPP) Pratama Jepara.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar