Tradisi Larungan Kepala Kerbau Jepara Berlangsung Hari Ini

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 11:25 0 88 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Masyarakat pesisir Jepara merayakan puncak hari ketujuh Lebaran atau yang dikenal dengan nama Pesta Lomban.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Tradisi tahunan larungan kepala kerbau digelar Sabtu (28/3/2026) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kecamatan Jepara.

“Setelah hari ini dilakukan kirab dan penyembelihan kerbau. Besok pagi akan kita larungkan ke laut,” ungkap Ali Hidayat, Kepala Disparbud Jepara, kemarin.

Tradisi ini bukan sekedar seremoni, tetapi bentuk syukur para nelayan atas rezeki hasil laut yang melimpah, serta doa keselamatan untuk melaut di tahun mendatang.

ketua pgri

Prosesi dimulai sejak pagi hari dengan kapal utama yang membawa sesaji kepala kerbau.

Kepala kerbau setelah disembelih, diletakkan di sebuah replika kapal kecil lengkap dengan aneka sesaji dan selanjutnya dilarungkan ke tengah laut.

Saat pelarungan ini, juga akan diikuti puluhan bahkan ratusan kapal nelayan yang akan mengiringi kapal pembawa sesaji ke tengah laut.

Para nakhoda kapal juga diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak melebihi kapasitas penumpang.

Sesaji dilarung di peraiaran antara Pantai Kartini dan Pulau Panjang.

Para peserta lomban berdoa untuk keselamatan dan keberkahan.

Usai pelarungan, rombongan akan menuju ke Pantai Kartini untuk mengikuti festival kupat dan lepet.

Sebanyak 1447 kupat dan lepet siap untuk diperebutkan warga.

Pemerintah Kabupaten Jepara bersama aparat kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar area dermaga untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

“Lomban adalah identitas kita. Larungan ini adalah simbol rasa syukur, sekaligus perekat kerukunan antar nelayan di Jepara,” ujar Ali Hidayat.

BACA JUGA :  Siswa SD Negeri 4 Kutoharjo Semangat Sambut Tahun Ajaran Baru

Wisatawan yang menyaksikan langsung pun datang lebih awal ke TPI sebelum pukul 06.00 WIB, agar bisa melihat detik-detik keberangkatan kapal sesaji.

“Ikut lomban, pengen lihat larungan kepala kerbaunya,” ujar Novitasari, salah seorang warga.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini