HAPPY NEW YEAR

Ditata Rapi, Pemkab Berencana Gelar CFD di Alun-alun Kembangjoyo

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Feb 2026 12:20 0 89 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berencana akan menjadikan Alun-alun Kembangjoyo sebagai pusat kuliner yang ramai pengunjung.

Dengan begitu, kawasan ini bisa menjadi magnet bagi masyarakat Kabupaten Pati.

Di tengah sepinya kunjungan tempat tersebut, Pemkab Pati melalukan bersih-bersih Alun-alun Kembangjoyo, sebagai penanda bahwa titik tersebut akan berjaya kembali.

Menurut penuturan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, perbaikan dan pemeliharaan alun-alun yang ada di Kelurahan Kalidoro itu dilangsungkan secara rutin.

Cara ini sebagai bentuk support Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kembangjoyo.

Ke depan, Pemkab Pati mendesain Alun-Alun Kembangjoyo menjadi lokasi Car Free Day (CFD) di Kabupaten Pati.

Sehingga, titik keramaian bukan hanya di Alun-alun Simpang Lima Pati dan Jalan Panglima Sudirman saja.

“Alun-alun Kembangjoyo setiap minggu genap akan kami adakan Car Free Day, jadi pentas seni anak-anak SMP (Sekolah Menengah Pertama)-SD (Sekolah Dasar) juga kita arahkan ke sini. Di minggu ganjil Car Free Day tetap di jalan Alun-alun Simpang Lima dan Jalan Sudirman,” ungkap Chandra kepada di sela-sela kegiatan, Jumat, 13 Februari 2026.

Pasca Hari Raya Idulfitri, kawasan ini menjadi lokasi CFD.

“Minggu genap di sini, kita laksanakan setelah Lebaran di sini untuk meramaikan Alun-alun Kembangjoyo ini,” ucapnya.

Chandra menjelaskan, langkah perbaikan dan perawatan akan dilakukan secara masif pasca Lebaran.

“Perbaikan akan dilakukan mungkin setelah Lebaran, diratakan. Karena harusnya dilaksanakan sekarang, cuma awal Ramadhan mau ada acara di sini, jadi kita tunda setelah kegiatan awal Ramadhan,” ujar Plt Bupati.

BACA JUGA :  Ratusan Jabatan Kepala Sekolah Dasar di Jepara Kosong

Di lain sisi, kegembiraan terasa dari para pedagang yang berjualan di kawasan yang pernah jadi pusat keramaian itu.

Adanya kerja bakti dari jajaran Pemkab Pati hari ini, memotivasi PKL untuk tetap bertahan di tengah nasib yang tak menentu.

Menurut Thukul, selaku Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kembangjoyo, peran serta Pemkab Pati sangat dibutuhkan dalam kondisi terkini.

Bersih-bersih ini sudah berlangsung sejak Kamis, 12 Februari 2026.

“Sangat senang sekali dan sangat mendukung karena situasi seperti ini sulit berkembang tanpa campur tangan Pemda. Sudah dua hari ini sejak kemarin membersihkan lapak yang tidak rapi, spanduknya usang dan robek kemarin dibersihkan PKL relokasi. Dan ditunjukkan gerakan Jumat Bersih, sangat menandakan bahwa Pemda mendukung keberadaan kami yang nasibnya tidak menentu,” paparnya.

Ia berharap, suasana Alun-alun Kembangjoyo Pati menjadi ramai.

“Harapannya ramai seperti di Simpang Lima. PKL ini kan program Pemda dan harus terus disupport dinas terkait, tanpa itu kita tak berkembang sendiri,” kata Thukul.

Sejauh ini, ia menyampaikan keluhan pada sarana-prasarana yang kurang optimal.

Jika dibiarkan, maka pedagang sulit berkembang bahkan sulit bertahan.

“Keluhan pedagang sarpras tidak mendukung, lambat lain kita tidak bisa berkembang, ditambah amanat Perda (Peraturan Daerah) tidak dijalankan sepenuhnya. Kalau Simpang Lima nggak ada (pedagang), sini pasti mau (setuju) bebas dari PKL, nyatanya berjalannya waktu gitu terus,” jelasnya.

Sejauh ini, terdapat 365 lapak PKL yang tersedia dan 8 lampu penerangan.

Pedagang sudah terkatung-katung selama 6 tahun lamanya.

“Kita di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) menyampaikan kalau sini diteruskan harus dibangun secepatnya, kalau tidak dikembalikan (Alun-alun Simpang Lima). Ini 6 tahun menderita tanpa arah,” tuturnya.

Sebelum dipindah di Alun-alun Kembangjoyo, PKL telah direlokasi di belakang Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan.

BACA JUGA :  Gudang Fillet di Dukuhseti Timbulkan Bau Menyengat, DPRD Angkat Bicara

“Harapannya ke depan bahwa nanti semua kegiatan Pemda akan dipusatkan di sini karena bagus. Kalau tanpa ini masyarakat belum tahu, terbengkalai bahkan lampu mati, pengunjung mau ke sini bingung masih ada PKL atau tidak?” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini