HAPPY NEW YEAR

Warga Jepang Puji Keramahan Masyarakat Jawa Tengah

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 15:49 0 85 Dian A.

SEMARANG – Mondes.co.id | Kunjungan Delegasi Prefektur Shiga, Jepang, ke Jawa Tengah meninggalkan kesan mendalam.

Bukan hanya soal kerja sama dalam berbagai bidang dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga pengalamannya berjumpa dengan sejumlah warga sejak pertama kali menginjakkan kaki di provinsi ini.

Kepala Seksi Dinas Perdagangan, Perindustrian, Pariwisata, dan Tenaga Kerja Prefektur Shiga, Takeshi Tominaga, mengaku ini adalah kali pertamanya datang ke Jawa Tengah.

Ia pun langsung merasakan keramahan masyarakat setempat.

“Ini pengalaman pertama saya datang ke Jawa Tengah. Yang paling saya rasakan adalah kehangatan dari orang-orang di sini,” ujarnya saat menyampaikan kesan kepada Gubernur ahmad Luthfi serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kemarin.

Menurut Tominaga, sambutan hangat sudah ia rasakan sejak tiba di bandara.

Kesan itu semakin kuat saat mereka mengunjungi kawasan Rawa Pening dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Ia bahkan menceritakan pengalaman sederhana yang membekas baginya.

Dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpanginya berpapasan dengan warga yang tengah menggelar acara.

Sopir rombongan memberi salam dan warga membalasnya dengan ramah.

“Hal kecil seperti itu sangat berkesan bagi saya. Itu menunjukkan budaya yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Prefektur Shiga Pemerintah Jepang.

“Di Jawa Tengah, masyarakatnya ramah, alamnya indah, keamanannya terjamin, dan perizinannya mudah. Kami terus berkomitmen memberikan kemudahan berusaha bagi para investor,” katanya.

BACA JUGA :  Masa Libur Lebaran, Pelayanan IGD Puskesmas di Kabupaten Pati Tetap Buka 

Jawa Tengah merupakan provinsi yang sangat strategis untuk investasi di Pulau Jawa.

Luas wilayah Jateng sekitar 3,3 juta hektare dengan jumlah penduduk sekitar 38 juta jiwa.

Potensi ini, menurutnya perlu didukung oleh investasi, tidak hanya dari Eropa dan Timur Tengah, tetapi juga dari negara-negara Asia, termasuk Jepang.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini