Foto: Kondisi Plaza Pragola Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati merespons sepinya Plaza Pragola.
Beberapa ruko, warung, dan sejumlah ruangan terlihat sunyi.
Kepala Disdagperin Kabupaten Pati, Bhakti Junior Ishrony, menuturkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berupaya maksimal untuk meramaikan pusat oleh-oleh Kabupaten Pati.
Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati untuk melanjutkan program ekonomi kreatif (ekraf).
“Dinporapar ada usulan ekonomi kreatif, konsepnya terkait pemanfaatan Plaza Pragola. Sementara, kita menaungi asetnya sama bioskop,” ungkapnya kepada Mondes.co.id, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia mengakui sepinya Plaza Pragola, bahkan mengacungi jempol untuk para pedagang yang masih bertahan di sana.
“Memang kalau sepi, dari awal sepi, mereka hebat masih mampu bertahan. Bioskop ini juga ramai, anak-anak sekolah nonton film sesuai permohonan sekolah, juga meramaikan Plaza Pragola,” ujar Ishrony.
Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya optimal memanfaatkan aset Plaza Pragola.
“Kami mengoptimalkan pengunjung yang masih memanfaatkan aset Pragola. Memang pedagang nggak kembali lagi karena tutup, maka kita tata ulang, kita minta space untuk promosi kita, kita akan tata ulang lagi,” papar Ishrony.
Di sana, terdapat kios penjual kerajinan tangan dan mainan khas Kabupaten Pati.
Kemudian, warung-warung makan milik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal, hall, dan bioskop.
Namun, sejauh ini yang masih ramai hanya bioskop.
Meski demikian, event dari luar, kerap meramaikan Plaza Pragola.
Kondisi itu dimanfaatkan pedagang setempat untuk mencari pelanggan.
“Masih ada kontes burung, Alhamdulilah seminggu sekali mereka datang meramaikan warung, jadi laku. Alhamdulillah mereka bertahan,” urainya.
Ia berharap, Plaza Pragola kembali berjaya seperti sedia kala.
Ia ingin UMKM di Kabupaten Pati bergeliat kembali untuk bangkit dari keterpurukannya.
“Harapan kita jaya kembali seperti sebelum Covid. Dulu konsep sudah mulai jalan, warung sudah mulai laku, dihantam Covid, akhirnya goyah. Minimal UMKM, PKL (Pedagang Kaki Lima) bisa bertahan demi kesejahteraan, kemakmuran,” pesannya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar