Foto: Kondisi warung yang digunakan untuk pesta miras maut di Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Korban pesta miras maut kembali berjatuhan hingga hari ini, Rabu (11/2/2026).
Seorang korban yang sebelumnya dikabarkan kritis akhirnya meninggal dunia, Selasa (10/2/2026) malam.
Tambahan korban meninggal dunia dalam pesta miras maut Jepara itu berinisial E, warga Desa Selagi, Kecamatan Pakisaji.
Korban meninggal setelah dirawat di RS Graha Husada Jepara.
Menurut warga dekat warung miras yang beralamat di RT 3 RW 3 Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, E merupakan pelayan di sana.
Sudah beberapa waktu, E menjadi pelayan warung miras yang digunakan untuk tempat pesta miras maut tersebut.
“Iya semalam korban langsung dimakamkan hingga dini hari,” ungkap teman korban yang enggan menyebutkan namanya, Rabu (11/2/2026).
Sebelumnya, E sempat mencoba miras jenis ginseng yang diduga jadi penyebab kematiannya dan lima orang lainnya.
Miras itu merupakan setoran seseorang dari Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji pada Sabtu (7/2/2026) sore.
Hanya saja, kiriman miras dalam galon tersebut tak seperti biasanya dan disebut bahwa rasanya aneh.
“(Cerita pelayan warung) Kok rasanya enggak seperti biasanya. Baunya wangi. Seperti bau sabun mandi,” kata warga memberikan keterangan, menceritakan pengakuan pelayan di warung miras.
Di sisi lain, Kasihumas Polres Jepara, AKP Dwi Prayitna mengonfirmasi kabar tambahan korban meninggal tersebut.
Pejabat di Polres Jepara ini, menyebut hingga kemarin malam, tercatat ada enam korban meninggal dunia dari kejadian pesta miras maut di Jepara ini.
“Meninggal enam. Dua dirawat (di rumah sakit),” sebut Dwi.
Hingga berita ini ditulis, Satreskrim Polres Jepara masih mendalami dan mengembangkan kasus pesta miras maut di Jepara ini.
Belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar