HAPPY NEW YEAR

Unit Usaha Ayam Petelur BUMDes Maguan Perkuat Ekonomi Desa

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 14:26 0 42 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang memulai babak baru dalam upaya penguatan ekonomi lokal.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Taman Langit”, Desa Maguan secara resmi meluncurkan unit usaha peternakan ayam petelur yang diproyeksikan menjadi pilar utama Pendapatan Asli Desa (PADes).

​Peresmian yang dilakukan pada pekan ini, menandai transformasi desa dari sekadar pengelola administrasi, menjadi entitas ekonomi yang produktif.

Proyek ini tidak hanya fokus pada profit semata, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan angka stunting di wilayah setempat.

​Pengelola BUMDes Maguan, mengungkapkan pembangunan kandang ini menggunakan standar teknis yang matang untuk memastikan kesehatan ternak.

Pada tahap awal, kandang ini menampung sekitar 500 ekor bibit ayam petelur (pullet) unggulan.

​”Kami memilih unit usaha ayam petelur karena permintaannya yang sangat tinggi dan stabil di pasar lokal Rembang. Telur adalah kebutuhan pokok harian masyarakat,” ujar Eko Supriyanto Bendara BUMDes Maguan saat ditemui di lokasi kandang, Rabu (4/2/2026).

Unit usaha ini juga telah menyerap tenaga kerja, meskipun dalam skala kecil.

“Untuk pekerja yang terserap baru lima orang dan yang wajib aktif dua orang untuk memberi pakan maupun obat,” tambah Eko.

​Unit usaha ini mengadopsi sistem manajemen pakan dan kebersihan yang ketat.

Penggunaan teknologi sanitasi modern juga diterapkan, guna memastikan keberadaan kandang tidak menimbulkan bau yang mengganggu warga sekitar.

Sebuah langkah krusial dalam menjaga harmonisasi lingkungan.

BACA JUGA :  Dana Rp1,5 Miliar Digelontorkan Pemkab Kudus Guna Bangun Ulang Pasar Babe

​Kepala Desa (Kades) Maguan menegaskan bahwa seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional kandang merupakan warga asli Desa Maguan.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menyerap tenaga kerja produktif di tingkat lokal.

​”Modal pembangunan ini bersumber dari Dana Desa yang dikelola secara transparan. Tujuannya jelas: hasilnya harus kembali ke masyarakat, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur desa maupun bantuan sosial yang didanai dari bagi hasil laba BUMDes nanti,” ungkap Kepala Desa.

​Selain itu, keberadaan unit usaha ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi telur di Kecamatan Kaliori.

Dengan harga yang lebih kompetitif karena diproduksi langsung di desa, warga sekitar dapat mengakses protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.

​Meski baru dimulai, pengelola BUMDes sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga pakan dan risiko penyakit musiman.

​Rencana jangka panjangnya, BUMDes Maguan tidak hanya menjual telur mentah.

Terdapat visi untuk mengembangkan unit pengolahan limbah kotoran ayam menjadi pupuk organik padat yang dapat digunakan oleh petani di Desa Maguan.

Sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular (berputar).

​Langkah ini diharapkan menjadi percontohan (role model) bagi desa-desa lain di Kabupaten Rembang dalam mengoptimalkan potensi Dana Desa melalui sektor riil yang berkelanjutan.

​Dengan dimulainya operasional kandang ayam petelur ini, Desa Maguan optimis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara mandiri dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rembang secara keseluruhan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini