HAPPY NEW YEAR

PMK Kembali Menyerang, Disnakkan Trenggalek Gencarkan Vaksinasi

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Feb 2026 15:01 0 59 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondesco.id | Sejak akhir Desember 2025 hingga saat ini, penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali merebak di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Bahkan, virus mematikan tersebut telah menginfeksi puluhan sapi milik warga.

Guna meminimalisir dampak yang lebih luas, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek mengambil langkah.

Selain memberikan sosialisasi dan edukasi, juga mulai menggencarkan vaksinasi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh Ririn Hari Setiani kepada awak media.

Ia mengatakan jika pihaknya memang secara terstruktur tengah mencanangkan pemberian vaksin kepada ternak.

Setidaknya, selama 40 hari ke depan, petugas akan mendistribusikan produk antigen itu untuk hewan, terutama sapi dan kambing.

“Selama 40 hari ke depan, dimulai kemarin (Senin, 2 Februari) petugas bekerja maraton memberikan vaksin yang diaplikasikan ke sapi dan kambing. Ada tujuh tim, dengan jadwal setiap hari Senin sampai Jumat,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurut drh Ririn, Trenggalek mendapat alokasi 12 ribu dosis vaksin PMK.

Diaplikasikan secara bertahap oleh vaksinator langsung ke lokasi-lokasi sasaran.

Sedangkan rentang usia ternak, mulai dua bulan hingga dewasa.

Ditargetkan, seluruh stok (vaksin) yang tersedia dapat terserap pada Februari hingga Maret 2026.

Tindakan akan dimulai dari Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Sebab, di situ diketahui merupakan salah satu spectrum area dengan kasus cukup tinggi.

Kemudian, bergeser ke wilayah Kecamatan Bendungan dan Dongko.

“Fokusnya di titik-titik dengan jumlah kasus tinggi, agar tidak semakin meluas,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ada Ribuan Lowongan PPPK di Jepara, Syarat Minimal 2 Tahun Bekerja di Instansi Pemerintah

Selain vaksinasi, lanjut drh Ririn, dilakukan pula pengobatan ternak yang sudah terlanjur sakit.

Baik melalui pemberian disinfektan maupun vitamin, guna meningkatkan imunitas hewan.

Namun begitu, tetap saja ditemui sejumlah kendala berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan.

Seperti, masih ada peternak yang menolak dikarenakan kurang yakinnya atas serangan virus dimaksud.

Padahal, secara fakta sudah terjadi beberapa kematian hewan akibat terjangkit PMK ini.

“Diharapkan, semua peternak mendukung program. Mengingat, selama beberapa tahun vaksinasi berjalan tetap saja ada penolakan,” keluhnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini