HAPPY NEW YEAR

Rp600 Juta Dikucurkan untuk Perbaikan Dua Jembatan Penghubung Rembang-Pati

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 15:17 0 75 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Harapan warga di wilayah perbatasan Rembang-Pati untuk mendapatkan akses transportasi yang layak segera terwujud.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) memastikan perbaikan dua jembatan krusial yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga, akan segera dilaksanakan pada tahun anggaran 2026 ini.

​Dua titik utama yang menjadi sasaran perbaikan adalah jembatan penghubung di Dusun Deresan, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber.

Serta, Jembatan Slebur di Desa Jatihadi yang menjadi akses vital menuju wilayah Kabupaten Pati.

​Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan pos anggaran khusus untuk menangani kerusakan infrastruktur tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, masing-masing jembatan mendapatkan alokasi sebesar Rp300 juta.

​”Jembatan penghubung yang ada di Dusun Deresan menuju Desa Manjang akan segera diperbaiki tahun ini. Besar anggarannya sekitar Rp300 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU),” jelas Nugroho saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).

​Kabar baik ini tidak hanya menyasar warga Desa Sekarsari.

Nugroho mengungkapkan, Jembatan Slebur di Desa Jatihadi yang kondisinya juga memprihatinkan dan menghambat akses menuju Pati, masuk dalam daftar pengerjaan di tahun yang sama.

​”Tak hanya di Dusun Deresan untuk perbaikan jembatan, di Desa Jatihadi juga tahun ini akan segera diperbaiki dengan anggaran sama, yakni Rp300 juta,” ungkapnya lebih lanjut.

​Kondisi jembatan di Dusun Deresan yang sebelumnya terputus, memang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

BACA JUGA :  Ahmad Luthfi Izinkan Aset Pemprov Jateng di Tegal untuk Kegiatan UMKM

Dengan adanya kepastian perbaikan ini, mobilitas warga dari Kecamatan Sumber menuju Desa Manjang, maupun ke arah Pati akan kembali normal.

Para Petani dan pedagang tidak lagi perlu memutar jalan lebih jauh, sehingga menekan biaya transportasi hasil bumi.

Diharapkan, perbaikan Jembatan Slebur akan meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengendara yang melintas menuju wilayah perbatasan.

​Proses administrasi dan teknis saat ini tengah dipersiapkan agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai.

Pihak DPUTaru meminta masyarakat bersabar selama proses transisi ini.

Serta turut mengawasi jalannya pembangunan agar hasil jembatan nantinya memiliki kualitas yang maksimal dan tahan lama.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini