HAPPY NEW YEAR

Setengah Ruas Jalan Sudirman Pati Penuh Kendaraan Parkir, Warga Kesal

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 13:16 0 45 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kondisi ruas Jalan Panglima Sudirman Pati seringkali ramai karena dipadati kendaraan.

Bukan hanya kendaraan yang berlalu-lalang, namun juga berjejer parkir di tepi ruas jalan Kota Pati itu.

Ditambah lagi dengan membludaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal menjajakan jualannya di pinggir jalan searah tersebut.

Perlu diinformasikan, Jalan Panglima Sudirman jadi titik terpadat lalu lintas di dalam kota.

Pasalnya, ruas tersebut dikelilingi oleh institusi-institusi penting di Kabupaten Pati.

Mulai dari satuan pendidikan, kantor lembaga pemerintahan, kantor milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kantor instansi kepolisian maupun militer, kantor perbankan, kantor perusahaan swasta, serta pertokoan.

Kepadatan selalu terjadi hingga membuat kemacetan arus lalu lintas.

Hal ini kadang dikeluhkan oleh masyarakat Kabupaten Pati yang melintas di jalan tersebut, salah satunya Noor.

Wanita asal Desa Payang itu mengaku kesal dengan kondisi ramainya akses jalan yang dilaluinya itu.

Apalagi, ia harus melewati akses tersebut setiap hari untuk bekerja.

“Ya pernah merasakan macet. Kadang kesal karena manusiawi, karena parkirnya di pinggir jalan, plus penjual kaki lima (PKL) yang mangkal di situ. Susah kalau mau nyeberang, dan kalau misal pas keluar jadi lama di jalannya,” tuturnya saat diwawancarai Mondes.co.id, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurutnya, kondisi paling ramai biasa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan 12.00 WIB.

“Biasanya macet terjadi saat jam pulang sekolah atau jam istirahat sekolah. Apalagi pas pukul 12.00 WIB saat jam istirahat, sering kena dampak macetnya. Paling ramai di depan SDN (Sekolah Dasar Negeri) Pati Kidul 01 dan SMPN (Sekolah Menengah Pertama Negeri) 5 Pati,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Ronaldi Subastian Nakhodai DPC GMNI Kabupaten Pati

Selain karena kendaraan yang parkir di tepi jalan umum, menurutnya, PKL yang berjualan di pinggir jalan juga memperparah kemacetan.

Terlebih, banyak pembeli yang datang menghampiri ketika jam-jam tertentu, sehingga menyebabkan kerumunan massa.

“Tapi di sisi lain kasihan juga para Pedagang Kaki Lima kalau diusir. Dan aku juga sering jajan soalnya,” ucap Noor.

Ia ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera mengatur ketertiban pengguna ruas jalan tersebut.

“Harusnya sih lahan situ tidak dibuat parkir, soalnya kan jalan umum ya. Kalau Pedagang Kaki Lima misalkan mau ditertibkan, harusnya ada lapak khusus juga agar tidak memutus rezeki para pedagang,” ungkapnya.

Bagi pengguna jalan lain, Tio, mengatakan titik ruas jalan tersebut sudah ramai sejak lama.

Bahkan, ia merasa biasa saja dengan keadaan yang terjadi.

“Menurut saya sudah biasa karena banyak anak-anak pulang dan pergi sekolah. Di sini orang tua menunggu jemput anak, wajar kalau ramai,” tutur pria asal Desa Winong itu.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini