HAPPY NEW YEAR

Pelepasan Kambing dan Ayam di Karangwotan, Simbol Kembali ke Jalan Lurus

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 10:06 0 40 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Jalan Lurus (GJL) Kabupaten Pati, menyelenggarakan acara pelepasan 7 kambing dan 7 ayam sebagai acara simbolis syukuran, kemarin.

Kegiatan berlangsung di lapangan Desa Karangwotan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati.

Acara ini dinilai sakral karena sebagai simbol penanda bahwa masyarakat Kabupaten Pati terselamatkan dari pemimpin yang korupsi, sehingga menjadi refleksi bersama agar masyarakat bersikap di jalan kebenaran.

“Kita sore ini masih dikasih nafas, kita masih diberikan berkah oleh Allah SWT, intinya sebagai manusia hidup, harus ingat kepada siapa mereka kembali dan asalnya dari mana. Kawan-kawan hadir, khususnya GJL saya berpesan untuk bagaimana menjadi manusia yang baik, jangan jadi manusia yang jahat, jangan jadi manusia yang memakan manusia,” tegas Ketua Umum GJL, Riyanta dalam sambutannya.

Ia mengingatkan warga Kabupaten Pati atas peristiwa memprihatinkan yang melanda beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, GJL bersyukur ketika masyarakat Kabupaten Pati memulai kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.

“Saya imbau kepada semuanya, khususnya penyelenggara negara untuk kembali ke jalan yang lurus, mestinya sesuai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jangan tawar-menawar. Tentu Pancasila dan UUD 1946 sebagai pedoman untuk pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan, termasuk keuangan desa,” ungkapnya.

Ia menyinggung soal seleksi perangkat desa (Perades) maupun keuangan desa, yang semestinya transparan.

Masyarakat diminta untuk optimis membangun dan memantau jalannya pembangunan negara yang baik.

“Yang jadi sorotan kini dana desa, bantuan keuangan ke desa, dana pokir, dana aspirasi, di setiap warung yang dibicarakan hal negatif. Hanya dengan spirit membangun NKRI yang akan menyelesaikan. Kita sebagai masyarakat harus optimis membantu dalam hal kebaikan, jangan biarkan pembangunan tanpa pengawasan,” terang Riyanta.

BACA JUGA :  Kudus Tunjukkan Kenaikan Ekonomi Pesat, Tingkat Pengangguran Menurun

Perlu diketahui, kambing yang dilepas melambangkan rakyat jelata.

Sedangkan, ayam berwarna putih melambangkan pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

Ketujuh kambing dan ayam pun dilepas untuk kemudian diserahkan kepada anak yatim serta warga.

“Saya harap setelah kegiatan selesai, polisi dan tentara bisa membina masyarakat. Tanamkanlah jiwa ksatria, mari cerdaskan rakyat untuk diajak melakukan perlawanan terhadap hal yang menyimpang,” pesan Riyanta.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Karangwotan, Sumari, mengatakan kegiatan ini sangat memberi efek yang positif bagi warga.

Menurutnya, kegiatan sosial ini sangat meringankan beban anak yatim yang hendaknya selalu diberi pertolongan.

“Kami berterima kasih kepada GJL telah menyelenggarakan di Desa Karangwotan sebagai tempat. Adanya bantuan kepada anak yatim bisa membuat mereka senang,” katanya.

Baginya, kegiatan sosial ini sangat bagus.

“Karena adanya kegiatan sosial saya sangat senang hati sebagai kepala desa. Rakyat saya terbaru dengan bantuan kepada anak yatim,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini