Foto: Kepala SDN Karangrowo, Suryati ketika diwawancarai (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Penjaga Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Ahmad Ridwan menunjukkan kondisi memprihatinkannya sekolah ketika dilanda banjir.
Seluruh ruangan di SDN Karangrowo terendam banjir, hingga pembelajaran dan aktivitas di sekolah lumpuh total.
“Kondisinya mengkhawatirkan untuk kantor, buku-buku kantor. Saya dan guru-guru yang naruh ini,” ucap Ridwan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Sejumlah dokumen pun diamankan, seperti raport, buku-buku administrasi, dan alat-alat penunjang kerja sekolah lainnya.
Kondisi ini memaksa pembelajaran berlangsung daring, sejak banjir melanda.
“Sudah lebih dari semingguan. Siswa belajar daring,” imbuhnya.
Ketinggian air bahkan hingga 1 meter.
“Titik kedalaman rata-rata 80 sentimeter, terdalam 1 meter. Harapannya kami minta kepada pihak terkait untuk meninggikan gedung yang ada di sini, karena mengkhawatirkan sekali,” ucapnya.
Sedangkan, Kepala SDN Karangrowo, Suryati menyampaikan bahwa pembelajaran online berlangsung sejak pekan lalu.
“Anak-anak pembelajaran daring mulai Rabu kemarin, tanggal 13 Januari. Pemberian tugas lewat HP (handphone), anak-anak tetap tersampaikan, kami upayakan anak-anak kemungkinan dilaksanakannya pembelajaran mudah dan tak memberatkan anak-anak,” urainya.
Tidak hanya sekolah, banjir juga menggenangi permukiman para siswa. Sehingga pembelajaran dibuat semudah mungkin.
“Guru tetap ngasih pelajaran, tapi tidak terbebani. Mereka (siswa-siswi) terdampak, bahkan ada murid yang mengungsi di rumah saudara, di desa lain yang tidak kebanjiran,” paparnya.
Suryati berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan dana untuk pembangunan SD tersebut, lantaran kebanjiran setiap tahun.
“Kepada pemerintah agar SD-SD yang terdampak untuk bisa diperhatikan untuk bantuan peninggian gedung itu sangat kami butuhkan. Setiap tahun banjir,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar