HAPPY NEW YEAR

Puluhan Ternak di Trenggalek Terdeteksi Terjangkit Virus PMK

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 16:02 0 47 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Awal tahun ini, puluhan ternak warga di Trenggalek, terindikasi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut terjadi, diduga kuat akibat ada peningkatan aktivitas keluar masuk hewan sejak akhir 2025 lalu.

Munculnya kasus, diketahui ketika ada seekor sapi yang mati karena terkena virus (PMK) beberapa waktu lalu.

Bahkan, tercatat telah terjadi lonjakan sebaran cukup signifikan di sejumlah wilayah.

Kondisi ini pun sempat memicu kekawatiran serius di kalangan peternak dan pengusaha.

Dihubungi awak media, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Trenggalek, Joko Susanto, mengatakan bahwa pihaknya memang sudah menemukan kemunculan kembali virus PMK pada Desember 2025.

“Kasus kembali ditemukan pada Desember 2025. Menyerang tujuh ekor sapi di Desa Siki, Kecamatan Dongko,” sebutnya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurut Joko, kejadian itu menjadi penanda jika ancaman penyakit belum benar-benar hilang.

Potensi bahaya masih ada dan mengintai ekosistem bisnis peternakan di Bumi Menak Sopal.

Mengingat, sebagaimana data yang ada, tercatat 22 kasus baru menyerang hewan ternak milik warga.

“Hingga saat sekarang, tim Disnakkan tengah merawat 11 ekor sapi di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, kemudian 10 ekor lagi di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek,” imbuh Kadisnakkan.

Lanjut dia, sampai saat ini, petugas secara terstruktur periodik terus melakukan upaya pencegahan.

Mulai dari penyemprotan disinfektan massal, hingga pemberian vitamin oral yang berguna mempercepat pemulihan ternak sakit.

Termasuk, mengintensifkan program vaksinasi ulang, serta penyisiran kandang-kandang ternak.

BACA JUGA :  Sejoli Kedapatan Berduaan dalam Mobil di Tempat Gelap Pinggir Pantai

“Selain memberikan vaksinasi, penyisiran kandang juga terus lakukan,” ujarnya.

Selain itu, pesan Joko, dengan peningkatan intensitas lalu lintas perdagangan, maka kepada para pelaku bisnis untuk menjalankan karantina sesuai prosedur.

Turut diingatkan, agar segera melapor ketika menemukan gejala PMK pada ternak, agar wabah tidak meluas.

Jangan mencampur hewan ternak baru dengan yang lama, sebelum memastikan kesehatannya.

“Peternak harus membeli ternak yang benar-benar sehat dan mengarantinanya minimal dua minggu,” imbau Joko.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini