HAPPY NEW YEAR

Belasan Dalang Cilik Unjuk Gigi dalam Semarak Budaya Margalangit 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Jan 2026 11:54 0 70 Dian A.

 JEPARA – Mondes.co.id | Padepokan Margalangit menjadi saksi lahirnya generasi penerus seni pewayangan melalui gelaran Lomba Dalang Cilik tingkat Jawa Tengah.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Budaya 2026 ini diselenggarakan Selasa (20/1/2026).

Ketua Yayasan Margalangit, KRT Hendro Suryo Kartiko, menyampaikan kompetisi ini diikuti oleh 12 peserta yang masih duduk di bangku TK, SD, hingga SMP.

Para peserta berasal dari berbagai kelompok pedalangan ternama seperti Margalangit, Makutoromo, Jatikusumo, hingga peserta dari luar daerah seperti Kabupaten Pati.

“Kegiatan ini kami laksanakan sehari penuh. Para peserta diberikan durasi tampil antara 30 menit hingga satu jam penampilan untuk menunjukkan kebolehannya di atas panggung,” ujar Hendro.

Festival tahun ini mengusung tema “Merajut Harmoni Dalang dan Waranggono dalam Pagelaran Wayang Kulit”.

Melalui tema ini, Hendro berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan ekosistem seniman baru yang berkelanjutan.

“Saat ini, kami membina sekitar 70 siswa yang mendalami seni waranggono, pedalangan, tari, hingga karawitan. Banyak pula alumni binaan mereka yang telah melanjutkan studi formal ke Institut Seni Indonesia (ISI),” kata dia.

Sebanyak 12 dalang cilik tampil memukau dengan berbagai lakon/

Di antaranya, Asnaf Fahmi (Narayana Meguru), Shankara Afandi Putra (Wiji Mulyo), M. Shofcha Zahidalmuna (Anoman Kridho), Tirta Sakti Alhafizi (Maeso Suro Lembu Suro Gugur), Arvi Aurora Qhakhas Sifa (Gatutkaca Cedhi), Azka Basyar Al kahfi (Sinta Colong).

Moh Dzakwan Putra (Sang Narayana), Galang Wijaya Saputra (Bima Bungkus), M. Aahnaf Furqon saifudin (Babad wanamarta), Oxcelio Rama Raditya (Anoman Takon Bopo), Ahmad Rifai (Bengawan Karti Sampeko), dan Ahmad Fahrul Gunawan (Dewa Ruci).

BACA JUGA :  Kepala Daerah di Eks Keresidenan Pati Berkumpul, Bahas Apa?

Acara ini turut dihadiri dan diapresiasi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya lokal sejak dini.

Ali Hidayat menilai, ajang seperti lomba dalang cilik adalah langkah konkret dalam menjaga jati diri bangsa di tengah gempuran budaya modern.

“Kami sangat mengapresiasi konsistensi Yayasan Margalangit. Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi budaya. Melihat anak-anak usia TK hingga SMP sudah mahir memegang wayang dan memahami pakeliran adalah bukti bahwa seni tradisi kita tidak akan punah di Jepara,” ujar Ali Hidayat.

Lebih lanjut, Ali Hidayat menekankan pentingnya sinergi antara pegiat seni dan pemerintah untuk mendorong sektor pariwisata berbasis budaya.

Menurutnya, talenta-talenta muda ini adalah aset yang akan menjadi daya tarik wisata di masa depan.

“Kita ingin Jepara tidak hanya dikenal dengan ukirannya, tapi juga sebagai tempat lahirnya dalang-dalang hebat yang mampu membawa nama daerah ke kancah nasional maupun internasional,” katanya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini