HAPPY NEW YEAR

Rembang Siaga Bencana, Jalan Retak hingga Rumah Ambruk Tergerus Longsor

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Jan 2026 16:58 0 135 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi mengguyur Kabupaten Rembang dalam sepekan terakhir.

Hingga memicu kerusakan infrastruktur serius di sejumlah titik.

Laporan lapangan pada Selasa (13/1/2026), menunjukkan adanya kerusakan, mulai dari jalan penghubung antar-kecamatan, jembatan putus, hingga ancaman permukiman warga yang mulai amblas tergerus aliran sungai.

​Kerusakan Jalan

​Di Desa Logede, infrastruktur jalan penghubung strategis antara Kecamatan Sumber dan Kecamatan Sulang dilaporkan mengalami kerusakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, badan jalan mengalami keretakan yang cukup lebar.

Sementara bahu jalan di sisi jembatan amblas akibat tergerus air.

​Seorang warga setempat, Munir, mengonfirmasi bahwa kondisi jalan tersebut sempat mengkhawatirkan pengguna jalan.

“Benar, jalan penghubung Sumber–Sulang di dekat jembatan retak dan bahu jalannya amblas. Namun, dinas terkait sudah bergerak cepat melakukan langkah perbaikan di lokasi,” ungkapnya.

​Jembatan Putus

​Kondisi lebih parah terjadi pada jembatan penghubung antar-dusun di Deresan, Kecamatan Sumber yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.

Jembatan tersebut dilaporkan terputus total akibat longsor di bibir sungai.

​Mbah Tampi, warga Desa Manjang, menjelaskan bahwa tumpukan sampah rumpun bambu (dapuran) yang terbawa arus, menjadi penyebab utama.

“Banyak bambu yang tersumbat di bawah jembatan, sehingga arus sungai meluap dan menggerus tanah di pinggir jembatan, hingga akhirnya longsor,” tuturnya.

​Ancaman Lahan Permukiman

​Dampak paling memprihatinkan melanda Desa Lambangan Wetan, Kecamatan Bulu.

Tingginya debit air sungai yang melintasi tengah desa, telah merobohkan separuh bangunan rumah milik Murtaji.

BACA JUGA :  Larangan Penjualan LPG 3 Kilogram di Tingkat Pengecer Mulai Diberlakukan

Bagian belakang rumah tersebut ambruk setelah pondasinya terkikis derasnya arus sungai.

​Sekretaris Desa Lambangan Wetan, M. Ihsan, menyebutkan bahwa situasi saat ini sangat darurat karena banyak bangunan penting berdiri di sepanjang aliran sungai.

Selatan sungai terdapat 5 rumah warga di RT 001/RW 003 yang terancam longsor susulan.

Kemudian, sisi ​utara sungai ada 5 rumah di RT 001/RW 001 masuk dalam zona bahaya.

Selain itu, juga ada fasilitas umum berupa satu bangunan masjid di RT 004/RW 002 yang juga berpotensi terdampak jika abrasi sungai terus berlanjut.

​”Kami sudah melaporkan kondisi ini ke BPBD Kabupaten Rembang dan sudah dilakukan survei lapangan. Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata karena curah hujan masih sangat tinggi dan potensi longsor susulan terus mengintai,” tegas Ihsan.

​Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai.

Pemerintah desa bersama BPBD terus memantau titik-titik rawan, guna mencegah adanya korban jiwa, sembari menunggu langkah teknis dari dinas terkait untuk penguatan tebing sungai dan perbaikan jembatan yang terputus.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini