HAPPY NEW YEAR

Kelurahan Kalidoro Pati Banjir Parah

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Jan 2026 11:27 0 61 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Banjir kembali melanda Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati.

Setelah sempat surut, genangan air kembali naik pada Sabtu, 10 Januari 2026, usai sebelumnya merendam wilayah tersebut sejak Jumat malam, 9 Januari 2026.

Akibat banjir susulan ini, sebanyak kurang lebih 250 warga dari dua RW terpaksa diungsikan oleh pemerintah setempat ke Masjid Jami’ Rohmanti An Nur, Kelurahan Kalidoro.

Warga yang mengungsi mayoritas merupakan kelompok rentan, termasuk lansia.

Sekretaris Kelurahan Kalidoro, Agung Gumelar, menjelaskan bahwa proses evakuasi telah dilakukan sejak banjir pertama terjadi.

“Sejak satu minggu yang lalu, tepatnya Jumat malam, kami sudah mulai mengevakuasi warga. Sekitar pukul 22.00 WIB kami mengevakuasi dua orang lansia langsung dari rumahnya. Saat itu air sudah setinggi perut,” ujar Agung, Senin, 12 Januari 2026.

Ia mengungkapkan, kondisi banjir membuat akses jalan sulit dikenali karena genangan air menutupi drainase dan jalan setapak.

“Kita tidak tahu mana drainase, mana jalan. Saya sendiri sampai sempat tercebur ke drainase karena tidak kelihatan,” katanya.

Agung menambahkan, banjir berdampak pada dua RT dan dua RW di wilayah tersebut.

Saat ini seluruh pengungsi dipusatkan di Masjid Jami’ Rohmanti An Nur karena debit air terus meningkat.

“Di lokasi pengungsian kami sudah menyiapkan kebutuhan dasar, terutama untuk lansia. Ada obat-obatan seperti amoxicillin, obat gatal, obat batuk, obat asma, serta air, beras, dan susu. Bantuan sebagian berasal dari BPD,” jelasnya.

BACA JUGA :  Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Rawit Setan Tembus Rp67 Ribu per Kilogram

Namun demikian, Agung mengakui masih terdapat kekurangan logistik, khususnya makanan siap saji.

“Yang sangat kami butuhkan saat ini adalah nasi bungkus. Karena banjir bertambah, warga tidak bisa memasak, kompor mereka masih terendam. Idealnya nasi bungkus tiga kali sehari untuk sekitar 200 sampai 250 orang,” katanya.

Selain itu, pihak kelurahan juga membuka layanan administrasi darurat bagi warga.

Meski kantor kelurahan terdampak dan lumpuh akibat genangan air setinggi lutut, pelayanan tetap berjalan dari lokasi pengungsian.

“Untuk pelayanan seperti legalisir, SKCK, KTP, KK, dan surat keterangan lainnya tetap kami layani. Pelayanan prima, 24 jam di sini. Kantor kelurahan saat ini lumpuh karena air kembali naik,” tegas Agung.

Ia pun meminta keluahan Kalidoro diprioritaskan untuk mendapat penanganan.

“Lumpur masih mengendap. Kami mohon kelurahan Kalidoro diprioritaskan. Kalau sudah kering, kami sangat membutuhkan alat berat seperti bego, dump truck, dan bantuan dari Damkar untuk pembersihan,” Pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Lilih, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Kalidoro, mengatakan bahwa banjir sudah menjadi peristiwa yang berulang sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Saya mengalami banjir dari kecil, sejak tahun 1993 sampai 1995 waktu masih SD, sampai sekarang sudah punya anak masih banjir terus,” keluhnya.

Ia bersama satu keluarganya dievakuasi ke masjid.

“Alhamdulillah barang-barang vital seperti elektronik dan motor bisa diselamatkan,” katanya.

Menurutnya, meski berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah seperti pengerukan sungai, pembangunan jembatan, hingga tanggul, banjir masih terus terjadi.

“Melawan alam memang mustahil, tapi setidaknya ada solusi. Sudah dibuat tanggul pun masih jebol. Dari bantaran Sungai Yaik sampai Kembang Joyo kondisinya masih sama,” pungkas Lilih.

BACA JUGA :  Geger Mayat di Dasar Jurang Kayen, Dua Orang Diamankan

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini