HAPPY NEW YEAR

Produksi Tangkapan Laut dan Budi Daya Ikan di Pati Capai 99 Ribu Ton

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Des 2025 11:13 0 228 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyebut total hasil tangkapan ikan di laut dan budi daya di perairan tawar mencapai 99 ribu ton.

Angka itu tercatat hingga akhir November 2025.

Hal ini disampailan langsung oleh Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santosa kepada awak media, beberapa hari yang lalu.

“Produksi perikanan ada dua golongan, perikanan tangkap di laut dan perikanan budidaya di periaran darat meliputi tambak, waduk, dan sungai yang mana bisa di air tawar dan di air payau. Perikanan tangkap sampai akhir November 56.845 ton dan perikanan budi daya 42.767 ton, jadi total 99.613 ton,” paparnya.

Menurut Hadi, pihaknya menarget produksi ikan di Kabupaten Pati semaksimal mungkin hingga akhir tahun 2025 ini.

Namun, menurut prediksi timnya, akan ada penurunan hasil produksi dibanding tahun sebelumnya.

Penyebab adanya penurunan produksi ikan, lantara sejumlah faktor.

Faktor penyebab khususnya di laut, antara lain cuaca ekstrem, gelombang laut besar, sepinya pelelangan, dan biaya perbekalan yang tinggi.

“Kalau fokus ke perikanan tangkap di akhir Desember nanti kami perkirakan hanya sekitar 60 sampai 65 ribu ton, itu menurun dibanding tahun 2024 sampai 88 ribu ton. Penyebabnya cuaca, kemudian juga frekuensi melaut kapal agak berkurang dibanding tahun kemarin, kemungkinan biaya perbekalan tinggi, sehingga banyak kapal tidak melaut,” ujar Hadi.

Kurang optimalnya fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ditengarai menyebabkan turunnya produksi ikan yang sampai di pelelangan.

BACA JUGA :  Pendapa Alit Direnovasi, Wacana Bakal Jadi Rumah Dinas Bupati Jepara 

Pasalnya, dermaga TPI 1 Juwana sedang diperbaiki, sehingga banyak kapal nelayan asal Kabupaten Pati memilih bersandar dan melalukan pelelangan ikan di TPI Kabupaten Rembang.

“Dan kemudian dermaga TPI 1 itu kan direhabilitasi, dibongkar, sebagian kapal yang bersandar di Rembang. Sebenarnya kita siapkan tapi spesifikasi TPI 1 dan 2 kurang nyaman di TPI 1, maka sangat mempengaruhi produksi ikan,” katanya.

Ia memaparkan, produksi tangkapan ikan pada Januari mencapai 5.408 ton.

Februari mencapai 4.646 ton, Maret mencapai 8.001 ton, April mencapai 2.196 ton, Mei mencapai 3.504 ton, dan Juni mencapai 2.902 ton.

Lalu pada Juli mencapai 2.813 ton, Agustus mencapai 4.727 ton, September mencapai 7.594 ton, Oktober mencapai 8.504 ton, dan November mencapai 6.408 ton.

Oktober menjadi momen produksi ikan tertinggi, lantaran nelayan yang telah lama berlayar.

Sedangkan, April menjadi momen produksi ikan terendah karena saat itu bertepatan nelayan berangkat melaut pasca Hari Raya Idulfitri.

“Paling rendah April, paling tinggi Oktober kemarin, Maret juga tinggi karena ada Lebaran, kalau musim puasa dan Lebaran kapal datang semua, setelah itu pergi lagi menurun (produksi) lagi April. Oktober tertinggi karena produksi di laut terus meningkat, banyak nelayan juga yang sudah beberapa bulan melaut kembali membawa tangkapan ikan,” jelas Hadi.

Di sisi lain, produksi budi daya ikan di waduk pada tahun ini sebanyak 20.577 kilogram.

Bulan April menjadi yang tertinggi dengan mencapai 2.974 kilogram, sedangkan Januari menjadi yang terendah dengan hanya 1.148 kilogram.

Lebih lanjut, produksi tangkapan ikan di sungai pada 2025 ini mencapai 116.876 kilogram.

Tangkapan sungai terbanyak terjadi pada April dengan mencapai 13.150 kilogram, sedangkan tangkapan sungai terendah terjadi pada 7.632 kilogram.

BACA JUGA :  Warung Remang-remang Digusur, Pemilik Diguyur Bantuan

Sebagai informasi, produksi ikan laut terbanyak nelayan Kabupaten Pati yakni layang.

Sementara, produski ikan di waduk terbanyak nila, serta produksi ikan di sungai terbanyak keting atau lundu.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini