Foto: Layanan Puspaga Bahagia di Kantor Dinsos P3AKB Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati menyediakan layanan konseling gratis melalui program Pusat Pembelajaran Keluarga Bahagia atau dikenal sebagai Puspaga Bahagia.
Program Puspaga Bahagia ini menyediakan layanan konseling, informasi, dan edukasi kepada masyarakat terutama yang akan merencanakan pernikahan, maupun masyarakat yang sudah berkeluarga.
Diketahui, Puspaga Bahagia juga bertujuan mencegah dan menangani kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak.
Terlebih saat ini sudah ada 106 kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Pati.
Sebagaimana disampaikan Hartini selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB Kabupaten Pati
“Selain mengadakan sosialisasi dan kerja sama antar lintas sektor. Dinsos P3AKB juga menyediakan layanan gratis seperti konseling, informasi, dan edukasi yaitu lewat program Puspaga Bahagia,” terangnya, Rabu, 3 Desember 2025.
Ia menjelaskan, program Puspaga Bahagia memberikan edukasi tentang pola asuh hingga mencegah kekerasan.
“Yang mana program ini memberikan edukasi bagi orang tua dan keluarga untuk membantu mengasuh anak. Membangun keluarga harmonis, serta mencegah kekerasan perempuan dan anak,” ungkapnya.
Selain itu, Puspaga Bahagia mengupayakan output meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Mengingat, salah satu tindak kekerasan terjadi di lingkungan keluarga melalui Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Ia juga menyampaikan, kasus KDRT di Kabupaten Pati juga banyak muncul seperti penelantaran istri, penelantaran anak, bahkan penelantaran anak yang dilakukan oleh orang tua kepada sang buah hati.
“Target dan harapan utama terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di Kabupaten Pati yaitu dapat menekan angka kekerasan KDRT dan kekerasan seksual. Serta memastikan setiap korban mendapat hak dan perlindungan yang layak, sehingga terciptanya lingkungan yang aman, ramah dan kondusif bagi perempuan dan anak,” tutup Hartini.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar