Foto: Insiden kebakaran rumah di Desa Ngadem, Kecamatan Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Desa Ngadem, Kecamatan Rembang pada Jumat (28/11/2025) malam sekitar pukul 22.45 WIB.
Si jago merah dengan cepat melahap seluruh bangunan, menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Rumah yang terbakar adalah milik Slamet Yamustofa.
Saat musibah terjadi, Slamet tidak sendiri, ia bersama sang ibu berada di dalam rumah.
Beruntungnya, istri dan bayi Slamet sedang tidak berada di lokasi, karena bertandang ke rumah orang tuanya di desa lain, sehingga luput dari bahaya.
Insiden diketahui pertama kali oleh tetangga sekitar yang melihat kobaran api sudah membesar dari rumah Slamet.
Tanpa pikir panjang, tetangga-tetangga yang sigap langsung mendobrak pintu rumah untuk menyelamatkan Slamet dan ibunya.
Berkat kesigapan warga, Slamet beserta ibunya berhasil keluar dari kepungan api dalam kondisi selamat.
Namun, tidak demikian dengan harta benda di dalam rumah.
Seluruh perabotan rumah tangga yang umumnya terbuat dari bahan mudah terbakar, ludes dilalap api.
Ironisnya, seekor sapi peliharaan yang berada di kandang, turut menjadi korban dan mati terpanggang dalam insiden tersebut.
Kepala Desa Ngadem, Darsono, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian nahas ini.
Ia menjelaskan bahwa warga sekitar telah berusaha keras memadamkan api dengan air seadanya, saat api mulai berkobar.
Namun, upaya tersebut kesulitan menandingi kecepatan api yang meluas.
”Api cepat meluas, karena bangunan rumah terbuat dari kayu,” terang Darsono.
Tak lama setelah kejadian, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemkab Rembang tiba di lokasi untuk membantu upaya pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung hingga dini hari, dan api baru bisa dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (29/11/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
”Bangunan rumah tidak bisa diselamatkan, karena kejadiannya memang berlangsung sangat cepat,” imbuh Kades Darsono.
Pasca kejadian, keluarga Slamet Yamustofa terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Untuk sementara, mereka menumpang di rumah salah satu saudaranya yang berlokasi di sebelah barat lapangan Desa Ngadem.
”Sementara korban kebakaran berada di rumah saudaranya di sebelah barat lapangan Desa Ngadem, Mas,” jelas Kades Darsono.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Spekulasi awal menyebutkan kemungkinan api berasal dari bediang pembakaran jerami yang biasa dilakukan di kandang sapi untuk mengusir nyamuk.
Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan pemicu kebakaran tersebut.
Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa manusia dalam peristiwa tragis ini.
Total kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai angka fantastis, antara Rp210-250 juta.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar