HAPPY NEW YEAR

Banyak Dilirik, Minuman Herbal Psikombucha Jadi Peluang Usaha

waktu baca 4 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 16:42 0 1411 Singgih Tri

SEMARANG – Mondes.co.id | Siapa sangka dari sekadar kebutuhan pribadi, kini berkembang pesat dan dikenal luas oleh masyarakat.

Banyak yang mulai melirik minuman herbal racikan seorang perempuan asal Kota Semarang, Sari Astuti.

Racikannya sebagai alternatif minuman kesehatan alami yang bisa dikonsumsi setiap hari.

Minuman tersebut dikenal dengan nama Psikombucha, sebuah racikan fermentasi yang memiliki cita rasa khas dan manfaat luar biasa bagi tubuh.

Awalnya, Psikombucha digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, serta membantu proses pemulihan kesehatan.

Dalam perkembangannya, minuman ini dipercaya mampu mengatasi berbagai keluhan seperti alergi berat, hingga gangguan metabolisme.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, Psikombucha pun mulai diminati banyak orang.

Permintaan pasar yang terus tumbuh membuat minuman ini tidak hanya dikenal sebagai terapi, tetapi juga berpotensi besar menjadi produk komersial bernilai ekonomi tinggi.

Hal ini membuka peluang baru bagi banyak pelaku usaha untuk menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan.

Dengan ketekunan dan kerja keras, Sari berhasil mengembangkan minuman sehat ini hingga dikenal luas.

Perjalanannya menjadi bukti bahwa niat baik dan ketulusan dalam menjaga kesehatan dapat berbuah manis, bahkan mendatangkan kesuksesan yang tidak disangka sebelumnya.

Ia mulai memperkenalkan minuman sehat hasil kreasinya kepada masyarakat pada akhir tahun 2019, setelah belajar secara otodidak dari seorang teman tentang cara membuat minuman tersebut.

Sejak itu, ia memutuskan untuk fokus dan menekuni usaha tersebut hingga sekarang.

“Awalnya, hanya ingin menyajikan minuman itu secara cuma-cuma kepada pengunjung kedai kopinya yang berada di sekitar Swalayan ADA, Srondol, Banyumanik. Saat itu disajikan dengan gratis,” ungkapnya, Sabtu, 15 November 2025.

BACA JUGA :  Rembang Lumpuh Diterjang Banjir Dahsyat, Warga Terjebak di Rumah

Adanya pengunjung mencoba minuman tersebut banyak yang suka, karena menurut mereka minumannya berkhasiat untuk tubuh.

“Karena ada masukan dari pelanggan untuk dimasukan ke dalam daftar menu kedai, agar minuman sehat ini tidak gratisan lagi. Dan waktu itu, juga Pandemi dinyatakan masuk ke Indonesia pada Maret 2020, malah orderan minuman sehat ini makin banyak yang masuk, bahkan, ada yang dari luar daerah, terutama mereka sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di garis depan di rumah sakit,” ujarnya.

Hal itu akhirnya membuatnya mulai memberanikan diri untuk menyajikan minuman sehat itu ke dalam salah satu sajian menu di kedai kopi.

“Saat itulah saya mula beranikan diri untuk memenuhi permintaan produk Psikombucha ke customer. Sambil menjalankan usaha kedai kopinya dengan cara berkongsi tersebut,” imbuh Sari.

Akibat dari Pandemi Covid-19, Sari menjelaskan jumlah pengunjung kedai kopinya pun ikut menurun drastis, sehingga pada Juli 2020 usahanya pun resmi ditutup.

Kondisi tersebut tidak jelas sampai kapan selesainya, sehingga pada Juli 2020, pemasukannya hanya mengandalkan fokus membuat produksi Psikombucha saja, dan tidak lagi membuka kedai kopi.

“Jadi masa-masa itu saya mulai fokus melakukan banyak percobaan, flavouring, termasuk dengan daun kelor dan lainnya juga mulai sering posting di IG (Instagram). Pada awal September 2020, saya buka pameran & buka tenant pertama kali di Spiegel. Sungguh-sungguh berkah untuk kami, sehingga Psikombucha mulai dikenal di Kota Semarang. Dan beberapa kali kami diundang Spiegel untuk pameran sekaligus diminta mengisi workshop tentang kombucha,” tuturnya.

Pada akhir tahun 2020, ia bergabung dengan Pasar Sehat Kota Semarang dan rutin mengadakan gelaran atau buka tenant tiap hari Minggu pagi sampai sekarang.

BACA JUGA :  Aksi Peduli Lingkungan, Polairud Ajak Anak-anak Bersihkan Pantai di Jepara 

“Kombucha populer di banyak negara, karena manfaatnya yang berlimpah, mulai dari menjaga kesehatan saluran pencernaan, menyeimbangkan sistem imun, hingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Kombucha didapat melalui fermentasi teh manis selama seminggu atau lebih. Kombucha juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin C, enzym, dan bakteri baik,” papar perempuan yang berdomisili di Kelurahan Pudakpayung.

Ia berpesan untuk masyarakat yang akan memulai bisnis atau usaha untuk berjuang dan terus gigih.

Meski usahanya baru berjalan beberapa tahun ini, menurutnya, untuk memulai usaha jangan berpatokan pada usia.

“Dan masa depan itu ada, harapan itu tidak akan hilang jika kita terus gigih berjuang. Saya senang kalau customer dan pelanggan saya mulai membaik dan merasa terbantu setelah menjalani terapi minuman sehat ini, seperti saya dulu berjuang untuk mendapatkan kesehatan saya kembali, tentunya juga untuk mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan yag ada di depan mata, sekaligus membantu ekonomi keluarga,” tandasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini