dirgahayu ri 80

Gerakan Pangan Murah di Gabus Disambut Antusias Masyarakat Antusias

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Agu 2025 13:43 0 67 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Kegiatan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) berlangsung di seluruh kecamatan se-Kabupaten Pati, salah satunya di Gabus.

Suranta, selaku Camat Gabus menuturkan bahwa kegiatan berlangsung dengan koordinasi yang baik di antara Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Selain itu, masyarakat pun turut berbaris panjang mengantre, demi bisa membeli barang pokok harga murah.

Ia menyebut, ratusan masyarakat Kecamatan Gabus antusias datang ke kantor kecamatan.

“Antusias cukup responsif karena sudah pernah berlangsung di Koramil dan Polsek, prinsipinya masyarakat antusias lantaran harganya dipandang terjangkau. Bahkan tadi sebelum acara hampir lebih dari 200-an orang antre antusias,” katanya kepada Mondes.co.id di sela-sela acara, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Suranta menyampaikan, GPM yang digelar menindaklanjuti instruksi dari pemerintah.

GPM hari ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati.

“Forkopimcam mengawal acara GPM yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Sesuai instruksi pemerintah pusat serentak se-Indonesia,” paparnya.

Perlu diinformasikan, GPM menjual barang pokok dengan harga murah dibanding harga di pasaran pada umumnya.

Pada beras seharga Rp57.000 per 5 kilogram, gula seharga Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng seharga Rp15.000 per liter.

“Yang paling ramai minyak di sini tadi langsung habis, kalau harga di luar Rp17.500 per liter. Kalau harga minyak goreng di sini terjangkau Rp15.000 per liter, makanya langsung habis,” katanya.

“Namun, kalau harga gula malah lebih tinggi dibanding harga di luaran yang pokoknya lebih murah, bisa Rp16.000 per kilogram. Sedangkan, di sini Rp17.500 per kilogram,” imbuh Suranta.

BACA JUGA :  Bawaslu Pati Siap Awasi Pemilu di Hari Kasih Sayang

Menurutnya, stok minyak yang terbatas, tidak seimbang dengan jumlah pembeli yang membludak.

Sementara, pembeli beras dan gula hanya orang tertentu saja, sehingga stok pun masih sisa.

Pada barang yang tersisa, pihaknya masih menunggu perintah dari pemerintah dalam hal pendistribusian ke konsumen.

Menurutnya, pemerintah perlu mengagendakan GPM secara berkelanjutan.

“Banyak yang cari minyak yang stok tebatas, kalau pembeli beras, gula tertentu saja. Kita menunggu petunjuk lebih lanjut, apalagi ini kan Sabtu, mungkin masyarakat sudah ada yang beli di tempat lain,” ujarnya.

Suranta menilai, kegiatan GPM perlu dilaksanakan lagi secara matang.

Langkah ini agar memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang barang pokok yang dijual dengan murah.

“Acara mendadak juga, ini kan banyak masyarakat yang sudah ada agenda beli di tempat lain. Kalau edarannya bisa lebih dari seminggu, maka kemungkinan pamfletnya lebih dipahami lebih luas,” tutupnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini