Foto: Kondisi pengerjaan perbaikan jalan nasional Jateng (Mondes/Istimewa) SEMARANG – Mondes.co.id | Pemerintah memastikan jalan nasional yang berada di Jawa Tengah siap dilalui pemudik pada Lebaran 2026.
Sebab, kemantapan jalan nasional di provinsi ini tercatat mencapai 93,47 persen.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, mengatakan fokus utama penanganan menjelang Lebaran berada di Jalur Pantura.
Ini dilakukan karena menjadi tulang punggung arus kendaraan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.
“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah aman dan nyaman dilintasi,” ujarnya kemarin.
Fokus tersebut juga mencakup pekerjaan peninggian 700 meter ruas Kaligawe Semarang.
Pekerjaan dilakukan pada jalur cepat dan jalur lambat, mulai perbatasan jembatan Tol menuju depan pintu masuk rumah sakit di kawasan tersebut.
“Target realistis kita 700 meter sudah berfungsi pada 11 Maret. Itu jalur cepat dan lambat sudah bisa dilalui,” ujarnya.
Ruas Kaligawe dikenal sebagai salah satu segmen paling padat di Kota Semarang.
Jalur tersebut tidak hanya menjadi akses utama kendaraan jarak jauh Jakarta–Surabaya, tetapi juga penghubung aktivitas lokal Semarang–Demak.
Iqbal mengakui, pihaknya sempat mempertimbangkan penutupan total untuk mempercepat pekerjaan peninggian jalan.
Namun, setelah berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas, opsi tersebut dinilai tidak memungkinkan.
“Kalau ditutup total memang bisa lebih cepat selesai. Tapi volume kendaraan di situ sangat tinggi, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penutupan penuh,” katanya.
Selain Kaligawe, wilayah prioritas penanganan meliputi Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal.
Sejumlah ruas di kawasan tersebut sempat mengalami kerusakan akibat intensitas hujan tinggi pada Januari hingga awal Februari.
Iqbal menjelaskan, pekerjaan preservasi mencakup penambalan (patching), perbaikan rigid pavement, overlay aspal, serta penanganan titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Data per 27 Februari 2026, menyebutkan total jalan nasional di Jawa Tengah mencapai 256 ruas dengan panjang 1.581,45 kilometer.
Selain jalan, kata Iqbal, kondisi jembatan nasional di Jawa Tengah juga dipastikan siap melayani arus mudik.
Tercatat terdapat 852 unit jembatan dengan total panjang 33.075,32 meter.
Tingkat kemantapan jembatan mencapai 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.
Menurut Iqbal, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pekerjaan.
Namun, ia telah menginstruksikan seluruh satuan kerja dan PPK agar tetap responsif terhadap pola hujan.
“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, intensitas hujan di wilayah Pantura mulai berkurang dibanding akhir Januari dan awal Februari.
Dengan kondisi tersebut, ia optimistis target H-10 dapat tercapai.
“Kita berharap Lebaran tahun ini bisa lebih baik dalam melayani para pemudik,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyatakan wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran 2026.
Langkah menghadapi arus mudik dan arus balik telah disiapkan, termasuk percepatan perbaikan jalan.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah merupakan wilayah utama perlintasan nasional, sehingga persiapan infrastruktur tidak boleh dilakukan setengah-setengah.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.
Secara nasional, Jawa Tengah juga tercatat sebagai provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Menghadapi lonjakan tersebut, Luthfi menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.
“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar