Foto: para warga yang mengikuti program mudik gratis Jateng (Mondes/Istimewa) JATENG – Mondes.co.id | Warga Jawa Tengah yang mengikuti program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, akhirnya tiba di kampung halaman.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Pelepasan dilakukan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin.
Ratusan armada tersebut mengangkut sebanyak 16.186 warga yang mudik ke Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga melakukan pelepasan para warga yang mengikuti program mudik gratis Jateng di wilayah Bandung.
Kemudian, pada hari ini, Selasa (17/3/2026) juga akan dilepas mudik gratis dengan kereta api.
Mudik Gratis dengan tagline “Mudik Gampang Balik Tenang” ini merupakan kerja sama antar Pemprov Jateng, 35 pemerintah Kabupaten/Kota, Bank Jateng, serta pihak swasta untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman.
Para penerima manfaat program ini rata-rata masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di sektor informal seperti tukang bakso, ojek online, pedagang warteg, asisten rumah tangga, supeltas, dan sebagainya.
“Semua tumplek blek (tumpah ruah), kita openi (layani) untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan, ini sebagai bentuk kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Dikatakan Luthfi, masyarakat asal Jawa Tengah yang merantau merupakan devisa bagi daerahnya masing-masing.
Selain mudik untuk silaturahmi dengan keluarga, di sana juga terdapat perputaran orang, barang, dan uang di daerah masing-masing.
Maka dari itu Pemerintah Provinsi hadir untuk “ngopeni” masyarakat yang mudik ke kampung halaman.
Luthfi berpesan, kepada seluruh masyarakat yang mudik, agar tidak mengajak teman atau sadaranya ke perantauan bila belum mendapatkan pekerjaan yang tetap.
“Kami tidak ingin membebani Jakarta dan sekitarnya, dengan mereka yang tidak siap kerja. Jawa Tengah sudah menyiapkan Balaik Latihan Kerja (BLK), sekolah vokasi dan sebagainya, kita kerja di Jawa Tengah saja,” kata dia.
Adapun selain menyiapkan armada untuk mudik, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan armada untuk balik.
Jumlah armada sama dengan saat mudik.
Pemberangkatan akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, dan beberapa titik lainnya.
Termasuk kereta api untuk mengangkut pemudik yang balik ke Jabodetabek.
“Pendaftarannya sudah diatur secara online, pakai aplikasi,” paparnya.
Tradisi mudik Lebaran bukan hanya ajang untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga, tapi juga momentum untuk meningkatkan perekonomian daerah.
“Makanya kami sudah siapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan sampai UMKM di tempat-tempat strategi, dan kampung-kampung tujuan mudik,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Sebab, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang menjadi tujuan mudik terbesar.
Selain itu, juga menjadi perlintasan para pemudik yang dari Jabodetabek dan Jawa Barat ke Jawa Timur dan sebaliknya.
Oleh karena itu, Luthfi berharap adanya pergerakan masyarakat yang mudik tersebut dapat meningkatkan perputaran uang dan perekonomian di wilayahnya.
Luthfi mengatakan, kesiapan untuk menyambut para pemudik sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa.
Menurutnya, momentum mudik harus dapat ditangkap sebagai peluang untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah masing-masing.
“Jadi kebutuhan dasar pemudik terlayani, termasuk pemudik di tempat-tempat tertentu silakan belanjakan uang sakunya di Jawa Tengah, khususnya di UMKM,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Jawa Tengah juga menjadi titik jenuh bagi para pemudik.
Maka dari itu, Ahmad Luthfi berpesan agar para pemudik dapat memanfaatkan tempat-tempat istirahat yang ada di wilayahnya.
Mulai dari rest area sampai hotel atau penginapan.
“Silahkan istirahat dan tidur di penginapan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.
Di lain sisi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno memberikan apresiasi keterlibatan perusahaan swasta di wilayahnya.
Salah satunya kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK Area Semarang yang memberikan kesempatan mudik gratis kepada pengusaha Warmindo yang menjadi mitranya untuk pulang ke kampung halamannya, di Kuningan, Jawa Barat.
“Kami mewakili Pemprov Jateng menyampaikan terima kasih, karena Indofood memfasilitasi teman-teman mitranya untuk bisa mudik dengan mudah, dan tentu saja mengedepankan keselamatan,” ujar Sumarno.
Dia berharap, kemitraan itu berlanjut lebih kuat lagi.
Terlebih, Warmindo adalah UMKM yang harus mendapatkan dukungan dari perusahaan besar seperti Indofood.
“Harapannya, ke depan support yang diberikan kepada UMKM bisa lebih besar lagi,” ujarnya.
Salah seorang pemudik penyandang disabilitas, Sugiyanto, mengatakan sangat senang dan terbantu dengan adanya musim gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Untuk mudik ke Soloraya ongkos lebaran bisa sampai Rp650 ribu per orang. Alhamdulillah program ini sangat membantu,” ujar pria yang akan mudik ke Klego, Boyolali tersebut.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar